Thursday, 24 August 2017

Izin Khusus BTP BPOM

Selamat siang,

Kembali lagi ute berhadapan dengan pengalaman baru dalam mengurus izin edar MD dari BPOM. Setelah sebelumnya mengurus PSB yang merupakan syarat wajib sebelum mengajukan izin edar, ute harus mengurus izin khusus BTP! Whohohoo... sepertinya akan menjadi sebuah tantangan baru nih gengs >,<
Siang tadi, ute berkunjung ke BPOM gedung F khususnya bagian Standarisasi untuk mengajukan "banding" karena ada bahan yang digunakan oleh perusahaan ute yang tidak tercantum dalam BTP yang diizinkan oleh BPOM. Bahan tersebut adalah Aluminium Potassium Sulphate dan Potassium L-Bitartrate yang terdapat pada bahan pelapis tepung. Duh, padahal bahan pelapis tersebut dibeli dari supplier yang sudah memiliki sertifikat FSSC yang diakui GFSI (global food safety initiative). Hmm tetap saja BPOM tidak meloloskan pengajuan "banding" ute.
Setelah berdiskusi sekitar 1 jam, pihak BPOM menyarankan perusahaan ute untuk reformulasi produk! Whooo tidak terbayangkan bagaimana ribetnya mengurus dari awal lagi, mulai dari pencarian dan pembelian bahan yang sesuai, reformulasi, uji-uji sampai dengan revisi kontrak -_-" huft......
Namun ada solusi lain yaitu IZIN KHUSUS BTP . Izin khusus BTP ini dikeluarkan oleh BPOM untuk BTP yang tercantum di CODEX dan mengatur kategori pangan yang sesuai namun tidak tercantum pada BPOM. Dan untuk mendapatkan izin khusus tersebut tidak mudah kawan! o_o kita harus bisa membuktikan bahwa BTP yang dimaksud aman yaitu dengan mencari 5 regulasi dari beberapa negara seperti codex, EU, code of federal regulation (CFR), FSANZ (food safety Australia and New Zealand). Tidak berhenti sampai disitu, proses pengkajian kemudian akan berlangsung maksimal 180 hari kerja! >,< hampir 9 bulan ibu mengandung whoooooooooooo...

Maka dari itu, dari awal pihak BPOM ini menyarankan untuk reformulasi produk. Hmm ute dan tim sih masih berencana untuk membuktikan dulu regulasi yang diminta. Belum disampaikan ke pimpinan sih. Huhuhu doakan ute dan tim yaa semoga bisa dipermudah segala urusannya.. 

See ya!

Wednesday, 23 August 2017

Pelaksanaan Audit SKP

Pada tulisan sebelumnya Cara Perpanjangan SKP , ute sudah menjelaskan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengajukan permohonan audit SKP. Sebagai review, SKP merupakan sertifikat yang harus dimiliki oleh unit pengolahan ikan (UPI) yang menggambarkan bahwa UPI tersebut layak untuk melakukan proses pengolahan pangan. 
Persyaratan yang telah dipenuhi kemudian diserahkan ke Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kelautan Provinsi untuk kemudian diperiksa kelengkapannya. Setelah semua lengkap, maka pihak dari dinas akan memberikan saran untuk tanggal pelaksanaan. Waktu pelaksanaan audit bersifat fleksibel yang artinya sesuai dengan kesepakatan antara UPI dan dinas. Jarak waktu dari pengajuan audit sampai dengan pelaksanaan audit (pengalaman ute ) adalah 7 hari. Namun itu kembali lagi bergantung pada kesepakatan pemohon dan dinas.
Waktu pelaksanaan audit disepakati melalui WA dengan inspektur. Jumlah inspektur yang melakukan inspeksi di perusahaan berjumlah 3 orang. Sedangkan hal yang harus dipersiapkan antara lain:

1. Fasilitas sarana bangunan
2. Penerapan GMP dan SSOP
3. Dokumen hasil uji
4. Dokumen kesehatan karyawan
5. Monitoring suhu
6. Monitoring pest control

Pada saat hari H pelaksanaan audit, perusahaan menyediakan supir untuk menjemput inspektur. Sedangkan ute dan tim mempersiapkan segala hal yang harus dipersiapkan supaya audit dapat berjalan lancar. Waktu itu, audit dilaksanakan sekitar pukul 10.30 WIB. Inspeksi pertama dilakukan dengan turun secara langsung ke produksi. Tipe audit SKP lebih banyak memeriksa fasilitas sarana bangunan seperti lantai, dinding, peralatan, tirai plastik, warning sign sedangkan untuk pelaksanaan GMP dan SSOP tidak terlalu diperhatikan. Setelah itu, inspeksi dokumen yang telah disebutkan. Tidak seperti audit yang lain, audit SKP termasuk sangat cepat pelaksanaanya. Hanya sekitar 1.5 jam sudah selesai. Ketidaksesuaian yang ditemukan pun lebih banyak pada sarana bangunan.
Setelah selesai inspeksi, inspektur memberikan waktu untuk melakukan perbaikan 1 bulan terhitung sejak kunjungan. Sebagai informasi, saat ini SKP sedang bertransisi dari pengajuan secara konvensional menuju online. Pengajuan audit SKP secara online dapat di akses pada alamat web http://skp-pdspkp.kkp.go.id/skp-online/auth/login . Oh iya, nantinya setelah melengkapi borang pada SKP online, inspektur akan mengupload temuan ketika audit plant secara online. Tindakan perbaikan untuk temuan yang di upload pada web bersifat "permanen" sehingga untuk mencegah kesalahan, inspektur mengharuskan UPI untuk mengirimkan perbaikan hardfile. Hal tersebut guna meminimalisir kesalahan UPI dalam melakukan tindakan perbaikan.
Untuk format laporan perbaikan hardfile tidak ada aturan khusus. Namun beberapa data yang harus ada yaitu:

1. Nama Perusahaan
2. Alamat Perusahaan
3. Jenis Produk
4. Tanggal audit
5. Nama inspektur mutu
6. Temuan dan tindakan perbaikan (dengan bukti foto sebelum dan sesudah perbaikan
7. Surat Pengantar Laporan Perbaikan

Sebagai informasi, SKP ini dikeluarkan oleh KKP sedangkan dinas berwenang dalam merekomendasikan UPI yang layak mendapatkan SKP. Apabila dirasa diperlukan verifikasi, maka pihak KKP akan mengunjungi plant untuk verifikasi.

Semoga bermanfaat ya untuk yang akan mengajukan SKP ^^

Wednesday, 16 August 2017

Tips Hemat ala Ute si #PejuangIrit Sejati

Hai para #PejuangIrit!
Yang bukan #PejuangIrit juga Hai >,<

Eh, apa salahnya menyapa semua orang yakan? Siapa tau yang sudah membaca tulisan ini bisa menjadi #PejuangIrit yang lebih bijak dalam menggunakan uangnya #aseek #tumbenbener 

Back to the case!

Daripada bicara ngalor ngidul, langsung simak aja yuk tips hemat ala Ute ^^

1. Susun Anggaran Bulananmu!

Dari sederetan tips hemat yang pernah ute baca, menyusun anggaran bulanan menempati posisi pertama. Anggaran bulanan berfungsi sebagai pedoman dalam menggunakan dana selama satu bulan. Untuk menyusun anggaran bulanan, tidak ada format khusus ya! Namun biasanya ute bedakan jenis biayanya yaitu fixed cost (FC)/anggaran tetap dan variabel cost (vc)/anggaran tidak tetap. Dibawah ini hasil capture contoh anggaran bulanan!
Contoh anggaran bulanan versi ute
Itu hanya gambaran saja ya karena setiap orang pasti memiliki FC berbeda. Pada dasarnya FC ini suka tidak suka WAJIB dibayar dengan jumlah tetap. Sedangkan VC nilainya akan berubah sesuai dengan jumlah yang kita "konsumsi". Misal, selama satu bulan kita menggunakan listrik secara hemat maka tagihan listrik pun akan berkurang jumlahnya dari bulan sebelumnya. Oleh karena itu, untuk menjadi #PejuangIrit, kalian bisa "bermain" dengan VC. Misal untuk menghemat biaya konsumsi bukan berarti kita mengurangi jumlah makanan tapi dengan cara masak sendiri. Mengurangi tagihan listrik dengan mematikan lampu yang tidak digunakan dan memastikan peralatan elektronik dalam kondisi OFF bukan standby.

2. Bedakan Keinginan vs Kebutuhan ya Guys!

Ada ilustrasi yang menarik nih untuk menjelaskan perbedaan keinginan dan kebutuhan!
Sumber gambar : www.dzofar.com
Ilustrasi : Keinginan vs Kebutuhan
Walaupun cukup ekstrem namun ilustrasi diatas cukup memberikan pemahaman tentang perbedaan keinginan dan kebutuhan. Pada ilustrasi tersebut, ada laki-laki yang memiliki keinginan untuk membeli mobil. Namun kebutuhan sandangnya yaitu pakaian belum dipenuhinya.
Laki-laki tersebut memiliki uang Rp. 200.000.000 yang cukup untuk membeli mobil seharga uang yang dimilikinya. Pertanyaan ute, apakah dengan membeli mobil, laki-laki tersebut sudah melakukan hal yang tepat? Jawabannya jelas TIDAK! Apa yang dilakukannya yaitu mendahulukan keinginan dibandingkan kebutuhan sangatlah tidak tepat. Dimana seharusnya ia mendahulukan kebutuhannya dari mulai sandang, pangan dan papan alih-alih membeli mobil meskipun ia mampu. Oke oke.. got it?

3. Menjadi #PejuangIrit Sejati Sist ^^

Teman     : Te, lo irit banget sih. Sekali-kali nikmati hidup lah
Ute          : Eh? maksudnyaa? Emang orang irit gk nikmatin hidup?
Teman    : Ya, soalnya gw liat lo ribet banget dah kalo belanja. Banding-bandingin harga dari semua                    marketplace di Indonesia. Heu sama diri sendiri aja pelit lo -_-"
Ute         : ah elaaah.. lo mah belum tau ya perbedaan irit dan pelit? nih gw kasi tau!

irit a hemat; tidak boros: penggunaan bensin mobil ini --;
pe·lit a kikir; lokek: orang -- tidak suka memberi sedekah;

Ute         : Noh jelaskan perbedaannya? justru dengan menjadi #PejuangIrit gw jadi bisa sedekah 
Teman   : Oalaah.. beda ya berarti. Hahaha tapi emang ini perintah Yang Maha Kuasa bu?
Ute        : Yee. Nih gw kasih ayatnya..


"Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboro-pemboros itu adalah saudara-saudara setan" (Al-Israa Ayat 26-27)

Teman  : Gils! Pesantren kilat dari mana lo? Tapi tetep aja, lo gk ribet apa? mesti banding-bandingin                  harga -_-"
Ute      : ENGGAK. Lo gk tau ya? sekarang ada marketplace yang ngasih #GaransiHargaTermurah !
             Free ongkir se Indonesia! Ditambah kalo lo nemu harga yang lebih murah, bisa diganti                        2XLIPAT! Makanya gw rajin bandingin harga hahahaa..Kalo ada yang lebih murah ngapain                beli yang mahal iya nggak? nih buktiin sendiri dah Shopee Indonesia

Masih mau hidup boros? Yakin tidak ingin menjadi #PejuangIrit? Thinks again!

4. Bandingkan Harga!

Tips hemat berikutnya adalah membandingkan harga ketika akan berbelanja. Ute ambil contoh, misalnya ute akan membeli produk lipbalm. Bagi ute, lipbalm termasuk kebutuhan karena bila tidak terpenuhi maka bibir ute kering :'( . Lipbalm termasuk yang sering ute beli dibandingkan jenis kosmetik yang lain yaitu hampir sebulan sekali. Maka ute harus bisa mendapatkan produk lipbalm dengan harga yang paling murah supaya bisa menghemat :D . 
Caranya:
a. Buka link ini #GaransiHargaTermurah
b. Pilih ketegori produk Perawatan dan Kecantikan 
c. Pilih sub kategori Kosmetik Bibir
d. Pada kolom pencarian ketik lipbalm Wardah 
c. Lihat di marketplace lain, cari produk yang sama
d. Bandingkan harganya
e. Cek apakah ada layanan gratis ongkos kirim ke semua daerah?
f. Tentukan marketplace yang paling murah dan belanjalah produk lain yang kamu butuhkan ^^

Perbandingan harga lipbalm wardah antara marketplace Shopee dengan Lazada
Hasil perbandingan harga lipbalm Wardah antara Shopee dan Lazada ini tanpa rekayasa ya. Harga
yang tercantum itu harga setelah di diskon loh. Padahal nih ya, di Lazada diskonnya lebih GEDE 40% , di Shopee diskonnya 18% tapi hasilnya tetep lebih murah Shopee?! Duh #etaterangkanlah >,<

Jangan tergiur PERSEN DISKON YANG GEDE! Itu belum tentu yang PALING MURAH :)

Sementara tips hemat ala ute si #PejuangIrit itu dulu ya.. yang penting komitmen dengan anggaran bulanan, mendahulukan kebutuhan dibandingkan keinginan, tidak gengsi menjadi #PejuangIrit dan tidak malas membandingkan harga :)

#PejuangIrit #MERDEKA !!

Monday, 14 August 2017

Cara Perpanjangan Sertifikat Kelayakan Pengolahan

Selamat Pagi


FYI, hari ini ute berencana untuk pergi ke Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi DKI Jakarta untuk mengurus perpanjangan SKP perusahaan tempat ute bekerja. Oh iya, SKP merupakan salah satu syarat wajib untuk unit pengolahan ikan. SKP diberikan oleh menteri kepada UPI yanng telah memenuhi cara pengolahan ikan yang baik (CBIB) dan memenuhi persyaratan SSOP. Sebagaimana dimaksud pada Peraturan Dirjen P2HP Nomor .09 /DJ-P2HP/2010 tentang Persyaratan Tata Penerbitan, bentuk, dan format SKP, Pasal 1 ayat (3) SKP adalah sertifikat yang diberikan kepada UPI yang telah memenuhi persyaratan SSOP dan ayat (4) CBIB adalah pedoman dan tata cara pengolahan ikan yang baik untuk memenuhi persyaratan jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan.

Untuk memperoleh SKP, UPI harus memenuhi beberapa syarat yang telah ditentukan yaitu:
1. Surat Permohonan yang telah ditandatangani penanggung jawab perusahaan (bermaterai 6000)
2.Tanda Daftar Usaha Perikanan (TDUP)
3. Fotocopy Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
4. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
5. Fotocopy Undang-Undang Gangguan (UUG)/HO
6. Surat Keterangan Domisili Perusahaan
7. Fotocopy Akta Notaris Pendirian Perusahaan dan Perubahan
8. Surat Kepemilikan Bangunan atau Surat Perjanjian Sewa Menyewa Bangunan
9. Manual GMP-SSOP
10. Surat Pernyataan Kebenaran Data yang disampaikan (bermaterai 6000)

Apabila, surat permohonan untuk penerbitan SKP ini diwakilkan dalam hal pengiriman ke DKP maka harus ada surat kuasa (bermaterai 6000) dari penanggung jawab perusahaan ke si penerima kuasa (melampirkan fotocopy KTP pemberi dan penerima kuasa). Surat permohonan penerbitan SKP selanjutnya akan diproses untuk kemudian dilakukan audit plant sehingga didapatkan kesimpulan apakah UPI tersebut layak atau tidak menerima sertifikat kelayakan pengolahan yang berlaku selama 2 tahun.

Sebagai informasi tambahan, surat permohonan penerbitan SKP diajukan kepada DKP Provinsi. Untuk perusahaan yang berdomisili Jakarta maka bisa mengajukan ke:

Kepala Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan
Jl. Gunung Sahari Raya No. 11, Jakarta Pusat (10720)
Email      : admin@dkpjakarta.web.id
Telepon  : (021) 6285485, 6286625
Fax         : (021) 6284935

Mengenai mekanisme audit plant, nanti akan ute share pada tulisan berikutnya yaa.. Semoga bermanfaat. Bila ada pertanyaan yang mungkin bisa ute jawab boleh menghubungi email ute dewitrisdiani@gmail.com

Friday, 4 August 2017

Catatan Perjalanan Pendakian Gunung Gede Pangrango Via Putri (Part 4)

Hari Minggu, 23 Juli 2017


Kami melakukan summit attack sekitar pukul 10.30 WIB. Kondisi medan setelah dari Alun-alun Surken terus menanjak. Beberapa anggota tim berjalan dengan begitu cepat. Ute waktu itu berjalan sendiri menuju puncak. Tepat di depan ute ada Bang Luken yang terus melangkahkan kakinya meskipun terlihat sangat lesu. Sedangkan di belakan ute ada Kak Cecil. Oh iya, kak cecil ini dari awal memang mengemban tanggung jawab sebagai swiper. Seseorang dalam grup pendakian yang bertugas untuk memastikan semua anggota tim tidak ada yang tertinggal di belakang.

Kurang lebih satu jam waktu yang ditempuh untuk mencapai puncak. Bang Mamat, Bang Yandra, Bang Luken, Opik, Econ, Tian, Kiki, Mas Den dan Mail telah berada di puncak sekitar 15-30 menit lebih awal dari ute. Lalu sekitar 15 menit kemudian, Kak Cecil pun bersama-sama dengan kami berada di puncak. Oh iya, bila di gunung-gunung yang lain kalian akan menemukan batas vegetasi (batas tumbuhan bisa tumbuh) maka di gunung gede ini kalian masih bisa menemukan pepohonan di puncak. Yang artinya vegetasi masih bisa tumbuh.


Tidak banyak yang kami lakukan di puncak. Hanya sekedar mengambil beberapa foto untuk mengabadikan moment kami. Lalu sekitar pukul 12.30 WIB kami memutuskan untuk turun menuju Kandang Badak. Camp area untuk para pendaki gunung Gede Pangrango via Cibodas. Kebalikan dari kondisi medan menuju puncak, sekarang kami dihadapkan dengan turunan yang menukik tajam. Bahkan di jalur tanjakan setan, kami harus menggunakan tali yang telah disediakan oleh pengelola TNGP. Whoo pengalaman yang tidak akan terlupakan. Hiyy seru pokoknya ^^v

Sekitar pukul 13.30 WIB kami tiba di Kandang Badak. Tim Pangrango memilih membuka tenda sekitar 20 meter dari area Kandang Badak untuk menyimpan keril mereka. Sedangkan tim pulang memutuskan untuk beristirahat di Kandang Badak dengan menggelar matras dan menikmati segelas kopi serta mie rebus. Sejak itu, Tim Pulang dan tim Pangrango terpisah.
Tim pulang
Hari semakin sore, kabut pun mulai naik. Kami memutuskan untuk turun supaya tidak terjebak dalam kegelapan malam karena waktu itu jam sudah menunjukkan pukul 16.00 WIB.

"Kak, kira-kira berapa lama waktu yang diperlukan agar kita bisa sampai ke Cibodas?"
"Estimasi sekitar 3-5 jam"

Mendapat jawaban seperti itu, ute memperkirakan paling cepat kami akan tiba setelah magrib. Hmm waktu yang sangat genting, pikir ute. Mengingat sebelumnya ute pernah membaca blog-blog yang menceritakan tentang kisah mistis gunung Gede. Hufftt menyesal rasanya.. sekarang yang dapat ute lakukan adalah mengoptimalkan kaki ute untuk melangkah. Beberapa kali ute diingatkan oleh Kak Cecil untuk berhati-hati dan tidak terburu-buru.
" Ute, pelan-pelan aja ya.. hati-hati"
"Iya kak"

Dalam hati, bercampur aduk perasaan. Antara takut, merinding dan gelisah.. Ute hanya berpikir bagaimana caranya bisa berjalan secepat mungkin. Padahal jari-jari kaki sudah sangat sakit untuk melangkah menuruni jalur pendakian yang penuh dengan batuan.

Ute tidak bisa mengingat pos-pos yang ute lalui. Hanya saja, ute ingat pesan kak cecil bahwa kami harus bisa melewati air panas sebelum Maghrib tiba. Alhamdulillah, dengan kecepatan turun yang paling maksimal, kita bisa melewati air panas sekitar pukul 17.15 WIB.

Hari semakin gelap. Pepohonan semakin suram. Angin membelai menjadi dingin. Kabut berkondensasi menjadi hujan. Hewan dan serangga hutan mulai unjuk suara. Hmm pikiran ute yang sudah tidak karuan mulai membayangkan apa yang pernah ute baca. Cukup untuk membuat bulu kuduk ini berdiri. Hohoho.. Ute berjalan di belakang Kiki. Sedangkan Mail telah berada jauh di depan kami. Sedangkan Mas Den dan Kak Cecil tetap mengawal ute dan Kiki dari belakang.

"Kalian mendengar adzan?"
"Iya kak"
"Oke, kita berhenti sebentar ya"

Waktu itu hari sudah gelap. Headlamp dan senter sudah siap untuk menemani perjalanan kami menuju pos awal Cibodas. Kami hanya berhenti sekitar 5 menit sampai suara adzan sudah tidak terdengar lagi. Lalu kami melanjutkan perjalanan yang sudah semakin mencekam. Kak Cecil mengingatkan kami untuk tidak berhenti di pos Telaga Biru. Kami harus terus berjalan untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan.

Sepanjang perjalanan, ute membaca semua doa yang ute bisa.. hahaha sampai doa makan dan doa tidur pun ute baca >,<
Menurut ute sih, puncak perjalanan yang paling mencekam adalah di jembatan beton. Hiy.. entah berapa panjang itu jembatan yang pasti ketika melewati jembatan tersebut rasanya nano-nano. Wkwkwk seperti menjadi tontonan .. ah ute sulit menggambarkannya!

Tepatnya 3 jam 23 menit kami tiba di pos awal Cibodas. Mail sudah berada disana satu jam sebelum kami. Whooo.. cepet banget! Kondisi ute waktu ute sudah sangat memprihatinkan heu. Rasanya ingin muntah. Masuk angin sepertinya -_-" ditambah dengan bau mie rebus yang dimakan pada saat di Kandang Badak. Lengkap sudah, baju, kerudung dan celana juga basah.

Karena kurang suka dengan teh manis, maka hanya ute yang lebih memilih AMDK untuk menghapus rasa haus. Sedangkan yang lain telah memegang teh manis panas. Hawa dingin yang menembus pakaian basah ute, cukup untuk membuat ute semakin mual. Yang ute pikirkan adalah pakaian hangat dan tempat tidur. Wkwkwk.... sementara basecamp tempat teman-teman ute menitipkan motor masih jauh.

"Pak, kami sudah sampai di pos tapi hanya berlima Pak, teman kami yang 6 masih di Kandang Badak" Kak Cecil menghubungi Bang Kampak.

Sekitar 15 menit, bang kampak tiba di lokasi. Lalu kami segera mengikuti langkah bang kampak menuju pos awal sebagai laporan bahwa kami telah tiba di lokasi. Perlu waktu sekitar 10 menit untuk benar-benar berada di  depan jalan raya. Melihat kondisi ute yang sudah sangat lemah, ute diizinkan untuk menuju basecamp bersama bang kampak yang membawa motor pada saat itu.

5 menit kemudian, ute tiba di basecamp. Alhamdulillah.. sambil menunggu tim yang lain datang, ute hanya merebahkan kaki di bangku yang ada di basecamp. Kemudian sekitar 15 menit akhirnya semua anggota tim pulang sampai di basecamp. Seperti biasa, teman ute yang lain langsung memesan teh manis panas kembali. Sedangkan ute segera menuju toilet untuk berganti pakaian. Tidak lupa minyak kayu putih untuk mengatasi masuk angin. Duh rasanya nyaman sekali.. hangat! >,< sambil membayangkan kondisi perjalanan kami sebelumnya yang dingin karena rintik hujan di hutan yang suram.

Dengan alas tidur seadanya, kami beristirahat. Waktu itu sekitar pukul 20.00 WIB. Namun pikiran masih melayang-layang membayangkan nasib Tim Pangrango. Kami mengestimasikan mereka akan sampai di pos cibodas sekitar pukul 23.30 atau paling maksimal 24.00 WIB.

Waktu terus bergerak. Jam sudah menunjukkan lewat dari jam 24.00. Kami mulai cemas. Apakah baik-baik saja? ah semoga mereka dalam keadaan baik dan sehat semuanya. Berapa kali kami menengok jendela untuk sekedar berharap kedatangan tim pangrango. Namun belum juga terlihat batang hidung mereka. Lalu kami mencoba untuk berpikir positif dengan merevisi estimasi waktu mereka sampai. 01.30 WIB maksimal. Itu revisi waktu yang kami percayai saat ini.

Waktu itu, ute berinisiatif untuk mengambil hp. Entah siapa yang akan ute hubungi yang pasti ketika waktu tidak juga mengantarkan mereka ke basecamp, ute akan segera menelpon siapapun. Entah akan ada sinyal ataupun tidak. Lalu tiba-tiba hp ute yang baru saja ada ditangan berdering. Tian.

" Ute, kami baru sampai, lalu bagaimana cara melapornya?"
"Alhamdulillah,  yaudah langsung aja ke basecamp tempat parkiran motor. Oh iya, bilang saja dari rombongan bang kampak"
"Oh oke, oke.. kita segera menuju basecamp"
"Oke sip!"

Kak cecil yang sedari tadi menunjukkan wajahnya yang khawatir mulai mencair menjadi senyuman lega. Syukurlah.. anggota tim kami bisa turun dalam keadaan selamat dan sehat. Bagaimana tidak khawatir kawan? Yang namanya berada di alam bebas, kita tidak akan pernah mengetahui jenis bahaya apa yang akan mengintai. Yang pasti sekarang kami bersebelas akhirnya sudah berkumpul, lengkap! Alhamdulillah..

Terimakasih telah menjalani perannya masing-masing dengan baik dalam kisah hidup ute. Kalian Luar biasa!!
Dokumentasi saat di puncak Gede 2958 MASL
See you on next trip Tim Jadi Terus! Tim No Wacana ! Tim No Rencana! Well, you guys kereeen !!

Salam Lestari
Salam Jadi Terus
Salam No Wacana
Salam No Rencana!




Monday, 31 July 2017

Catatan Perjalanan Pendakian Gunung Gede Pangrango Via Putri (Part 3)

Hari Sabtu, 22 Juli 2017


Sekitar pukul 16.00 WIB, akhirnya semua anggota tim telah tiba di spot tenda yang dipilih oleh bang mamat. Demi menyelamatkan nasi yang berangsur menjadi dingin, ute, kak cecil dan econ dengan segera menyiapkan bahan makanan yang akan dimasak. Hmm kalian tahu ini termasuk pendakian ute yang menunya paling aduhai.. yummeeh!

Econ mengeluarkan sayuran yang ada di tasnya. Bisa kalian tebak, jenis sayuran apa yang akan dimasak sore itu? SAYUR SOP! 
*Fyi ya, berhubung ute aseli dari tanah sunda, nah yang ute sebut sayur sop adalah geng sayuran yang terdiri dari kol, wortel, kentang, bawang daun, seledri dan tomat. 
Tidak lupa juga, econ membawa bumbu yang telah dihaluskannya dari rumah. Whooo SUGOI.. ! two thumbs up buat econ.

Peralatan masak tim kami pun termasuk yang sangat lengkap. Dengan anggota 11 orang, kami membawa 3 kompor dan 2 set nesting. Lengkap dengan pisau khusus untuk mengupas wortel dan kentang.. wkwkwk gokilkan? bagaimana tidak, di kosan ute saja tidak ada itu semua >,<

Sementara kami memasak, tim laki-laki sibuk meracik minuman hangat. Ada susu jahe, kopi hitam, susu juga teh manis. Moment berkumpul dengan teman di ketinggian seperti ini yang selalu ute rindukan :* 

Jiwa-jiwa lapar mulai menunjukkan suaranya..
Kami dengan segera merampungkan segala aktivitas memasak
Dengan harapan tidak ada yang menjadi liar dan beringas :'(

Makan siang kami waktu itu disponsori oleh Garuda Air! hahaha tapi delay pemirsaah.. karena akhirnya kita makan siang di sore hari wkwkwk ute gk bayangin deh kalo sponsornya dari maskapai penerbangan lain -__-"
*Becanda ya ute.. sponsor dari garuda berupa plastik alas tempat kita makan aja wkwkwk

Kami sudah berkumpul melingkar di depan nasi yang disebar merata. Tidak lupa tempe goreng lapis tepung, ikan asin "bulu ayam" yang dibumbui kering dengan bawang dan cabe, juga sayur sop lengkap dengan bakso menemani makan kami waktu itu. Subhanallah.. nikmatnya..

Disela-sela makan, kita masih sempat-sempatnya bergurau. Hampir saja tersedak karena menahan tawa. Untuk menghindari itu semua, ute hanya menyimak saja gurauan mereka sambil sesekali tersenyum simpul agar udara dari luar tidak ikut bersama makanan yang sedang ute cerna.

Nasi dan lauk yang telah terlanjur disebar tadi ternyata tidak habis. Masih ada sekitar satu mangkuk besar campuran nasi dan lauknya. Hmm menyedihkan ya melihat makanan tersisa :'( 
Tanpa mengurangi rasa kebersamaan, ute ingin merubah cara kami menyusun menu. Mau tau seperti apa? kita lihat saja di cerita hari berikutnya :D

Nasi telah menjadi campuran tidak karuan. Untuk menghormatinya, kami menguburnya dalam tanah bersama lauk yang tidak termakan serta sisa potongan sayur. Maafkan kami yang tidak bersungguh-sungguh dalam menghabiskannya. Kami dengan sadar, mengetahui bahwa untuk menghasilkan sebutir nasi diperlukan waktu yang lama serta tidak sedikit keringat para petani yang menanamnya. Semoga dapat menjadi pelajaran untuk kita semua :)

Langit biru sore itu mulai digantikan oleh senja. Kami segera membereskan peralatan yang kami gunakan untuk aktivitas mengunyah sebelum gelap mulai menyerang. Anggota tim yang muslim segera menunaikan kewajibannya untuk mendirikan sholat. Sementara yang lain mulai membersihkan diri dengan sekedar berganti pakaian seadanya.

Malam mulai menyapa kami. Masing-masing dari kami telah berada dalam tenda. Ute berada dalam satu tenda dengan Kak Cecil. Kak Cecil telah menyiapkan sleeping bag untuk membungkus tubuhnya yang mulai kedinginan. Begitupun dengan ute.

" Kakak tidur sekarang ya te"
" Wih, iya kak?" ute juga ah"

Selang beberapa menit, kak cecil tertidur pulas. Padahal waktu itu menunjukkan pukul 19.00 WIB. Ute masih belum bisa memejamkan mata. Hanya berusaha untuk meluruskan pinggang yang rasanya waktu itu telah menjadi bengkok dan remuk >,<

" Ute mau pake jaket atau sweeter ?"

Tiba-tiba ada seseorang yang berbicara dengan ute di luar tenda. Dan sepertinya itu Tian karena sebelumnya dia menawarkan pakaiannya mengetahui kalau jaket yang ute bawa basah dalam perjalanan menuju alun-alun Surken.

"Sweeter aja Yan"

Dengan meminjam sweeter Tian, hawa dingin sedikit teratasi. Ah terimakasih Tian. Setidaknya ute bisa sedikit nyaman untuk beristirahat.

Hari Minggu, 23 Juli 2017

Sebetulnya, waktu itu ute hanya "tidur ayam" atau tidak sepenuhnya tertidur. Entah pukul berapa namun menurut kak cecil sih waktu itu sekitar pukul 24.00 WIB, ada 2 orang yang memanggil nama salah satu dari tim kami.

"Coon.."

Bang Mamat menyahuti lalu mengarahkan senter ke asal suara.

"Woy il.. "

Teman ute, Ismail dan Mas Den akhirnya tiba di alun-alun Surken sekitar pukul dua belas malam. Ute yang belum sepenuhnya tidur hanya bersyukur akhirnya tim kami lengkap dalam keadaan sehat walafiat. Alhamdulillah.

Sebelumnya, kami memasang fly sheet diantara tenda kak cecil dan econ. "Ruangan" tersebut kami fungsikan sebagai "dapur umum". Dan kalian tahu tidak? pada saat ute bangun sekitar pukul 05.00 WIB, ute kaget. Whoo ada tikus di gunung! Panci dan wajan berserakan dimana-mana, beberapa bahan makanan pun raib -__-

Hmm.. ternyata benar ada tikus-tikus malam wkwkwkwk.. (itu kata kak cecil >,<)

Fly sheet yang dipasang begitu rendah sehingga ketika ute duduk pun, kepala ute masih menyentuh "atap" fly sheet. Atap dapur kami basah hasil dari serangan hawa dingin tadi malam. Matras dalam kondisi basah pun tidak ketinggalan hadir sebagai saksi bisu. Untung saja pada saat sebelum tidur, kak cecil membungkus sepatu kami dengan trash bag.

"Ute.. minta yg hangat-hangaat doong" (waktu itu Tian sudah terbangun)

"Sebentar, beres-beres dulu. Lihat! ada tikus-tikus malam.. wkwkwk"
" Hahaha iya, itu sisa-sisa tadi malam menyambut kedatangan Mail dan Mas Den" seru Tian

Ute masih sibuk membereskan dapur. Sementara itu, ute juga masih sempat-sempatnya meledek Econ yang katanya berencana untuk summit attack pada pukul 04.00 WIB.

"Ecooon.. bangun! katanya mau summit? udah jam 04.00 nih?" (waktu itu pukul 05.30)
" hhhhhhh...zzzzzzz" hanya itu yang terdengar dari dalam tenda.

Ah dasar kalian! bikin gemash  saja. Ah iya.. Tian sudah menyerahkan cangkirnya. Sementara ute masih belum berniat merebus air. Kasihan :'( untung saja Opik dan yang lain mulai terbangun dari tidurnya. Lalu Opik berinisiatif untuk merebus air.

"Te, tolong bukain tutup dandangnya" Sahut Opik
"Buat apa?" Ute menimpali sambil membuka tutup dandang yang berisi nasi tersebut
"Gk apa-apa, mumpung bisa nyuruh aja"
"-___-" Heu.. Opiiik!

Nasi sudah matang. Namun lucunya, air yang tadi dimasak belum juga mendidih. Hahaha entah kenapa. Mungkin saking dinginnya ya.. "hayoo lupa pelajaran fisikanya" -__-"

Kak Cecil sudah bangun! Yeay! akhirnya sang koki bangun.

"ini tempenya mau diapain?"
"ah kak, dibuat orek aja kak, ute bawa kecap!" ute menimpali dengan semangat. Membayangkan bisa makan orek tempe di ketinggian :D

Tanpa mengeluarkan tubuhnya dari tenda, kak cecil mulai memotong tempe untuk diolah menjadi orek tempe. Sementara itu, ute memotong wortel dan menyisir jagung untuk dijadikan bakwan. Opik masih saja meminta ute untuk membuka tutup dandang -__- . Ternyata tujuannya adalah untuk mendapatkan uap panas. Namun sayangnya, ute sudah jera wkwkwk..!

Alas makan kami yang disponsori oleh garuda sudah siap. Ute membawa nasi beserta mangkok kecil sebagai cetakan nasi. Ute hanya tidak ingin membuang makanan seperti sebelumnya. Setidaknya dengan "dijatah" seperti ini, orang-orang bisa bertanggung jawab terhadap makanannya sendiri. Sungguh ini bukan bermaksud mengurangi kebersamaan kami makan. Karena ternyata ada yang lebih krusial dibanding kebersamaan itu sendiri. Toh kami makan masih dengan alas yang sama dan bersama-sama :)

Menu sarapan kami lebih lengkap dibandingkan dengan menu yang sebelumnya. Tepat dihadapan kami ada nasi yang dicetak mangkuk, sosis goreng, tumis kangkung, ikan asin yang dibumbui bawang goreng kering, bakwan jagung, orek tempe juga ikan goreng! wohoooo

"Wiih ini sih, naik gunung untuk perbaikan gizi" Bang Mamat berkomentar

"Hahaha iya, gue di bawah malah makan sama indomie" hampir semua dari kami mengamini kalimat ini :')

Orang yang pertama selesai menghabiskan "jatahnya" adalah Bang Yandra

"Te, nih gue udah bertanggungjawab menghabiskan makanan gue"
"Wih, sip bang!" Ayo, yang lain juga habiskan!
" Gue juga udah nih" sahut Bang Mamat dan Tian

Dari semua itu, hanya tersisa satu jatah nasi karena bang Luken sepertinya sedang tidak ingin sarapan. Akhirnya nasi beserta lauknya  yang masih utuh dimasukkan kedalam wadah yang nantinya menjadi bekal untuk tim Pangrango. Ah syukurlah.. setidaknya dengan begini, tidak ada makanan yang terbuang sia-sia. Alhamdulillah...

Waktu itu kami menyantap sarapan sekitar pukul 09.00 WIB. Sedangkan sebelumnya kami berencana untuk mulai summit attack pada pukul 10.00 sehingga kami harus bersiap-siap. Satu persatu dari kami mulai membereskan dapur dan dengan bersedih hati harus membongkar dapur umum kami. Lalu tenda-tenda pun dikemas dan dimasukkan kedalam keril si keong (Read: bawa rumahnya sendiri :D). Tidak lupa juga, ritual untuk mengubur sisa makanan dan sampah organik tetap dilakukan. Bang mamat menggali lubang sedalam 20 cm untuk mengubur sampah organik yang kami hasilkan.

Nah, kalian juga jangan lupa mengubur sampah organik kalian ya kalau lagi main ke gunung. Selain tidak perlu membawa ke bawah juga supaya lebih cepat terurai. Untuk sampah anorganik seperti plastik kalian WAJIB membawanya turun! oke oke.. suka sedih ih rasanya melihat sampah berserakan dimana-mana. Hiks :'(

Selagi kami berkemas, ada yang menyapa kami

"kak, masih ada sisa gas?"
"oh ada kak, ini ini.." bang mamat dengan senang hati memberikan sisa gas logistik kami
"Wah terimakasih kak, semoga selamat sampai tujuan ya kak"
"Iya.. sama-sama.. terimakasih doanya" kami menimpali

Sebelumnya juga, ada yang meminta barter beras dengan sarden

"kak, ada sisa beras? boleh kami barter dengan sarden?" seorang laki-laki dengan perawakan tinggi besar mengunjungi dapur kami
" oh ada kak, sebentar. tadi dimana ya?"
"Disimpan dimana te? duh ute lupa. ah ini dia. Ini kak..."
"Ini sardennya kak.." laki-laki tersebut seperti sungkan menerima beras yang sebetulnya tinggal segenggam itu
"Oh ndak usah kak.. silakan silakan"
"Wah terimakasih banyak ya kakak-kakak"
"Iya, sama-sama..."

Hmm.. barakallah. Bahagia sekali rasanya. Stok logistik kami yang boleh dibilang berlebih juga dapat dinikmati oleh tim lain. Berbagi itu sangat indah ya kawan?!

Pukul 10.11 WIB kami memulai perjalanan kami untuk mencapai puncak Gede 2958 mdpl. Pada saat ini kami sudah terbagi kedalam 2 tim. Yaitu tim Pangrango dan tim pulang. Tim Pangrango ada bang mamat, tian, econ, bang yandra, bang luken, dan opik yang nantinya akan melanjutkan perjalanannya menuju puncak Pangrango. Sedangkan tim pulang ada Kak cecil, ute, mail, kiki dan Mas Den yang langsung akan turun setelah mencapai puncak Gede (Be Cont'd)

Thursday, 27 July 2017

Catatan Perjalanan Pendakian Gunung Gede Pangrango Via Putri (Part 2)

Cont'd.....

Hari Sabtu, 22 Juli 2017

Basecamp tempat kami menginap berada tidak jauh dari pos awal pendakian Putri. Di tempat tersebut, kami mengemas ulang barang bawaan di keril masing-masing. Dengan tujuan untuk membagi beban untuk membawa logistik tim seperti gas, beras, mie, sayuran dll. Setelah itu, kak Cecil selaku ketua tim memberi informasi mengenai rencana pendakian yang akan dilakukan. Lalu kami beristirahat untuk menyiapkan stamina di pagi hari.

Suhu udara waktu itu begitu dingin. Sangat sulit untuk memejamkan mata. Kaos kaki sudah terpasang. Begitu pun dengan tangan sudah terbungkus sarung tangan. Namun tetap saja hawa dingin masih menembus tulang. Entah menit ke berapa akhirnya ute tertidur. 

Sekitar pukul 04.00 WIB ute terbangun. Lalu duduk bersila dengan harapan bisa menahan dinginnya udara pagi itu. Waktu itu, bang Luken dan Opik tidak berada di ruangan, ternyata mereka berdua sedang menikmati segelas teh hangat dan menunggu sepiring nasi dengan telur dadar. Pada saat itu, ute belum mengetahui bahwa mereka bersaudara.. S.A.L.U.T.E! satu kata untuk bang Luken dan Opik. Mereka sangat kompak dan begitu "manis" bagi siapapun yang melihatnya hihi..

Oh iya.. kalian tahu tidak.. ternyata hampir semua yang sarapan di base camp mendapatkan telur dadar dengan rasa yang sama. ASIN! hahaha.. Namun hebatnya, tidak ada satupun yang mengeluh atau mengomentari telur dadar asin tersebut demi menghormati si penjual.. Pelajaran yg sangat berharga ya kawan!

Matahari mulai terbit. Satu per satu dari tim ute akhirnya terbangun. Hawa dingin tetap setia menemani pagi kami di basecamp. Di antara mereka ada yang sibuk membersihkan diri, sholat, sarapan atau sekedar bercanda gurau dengan tim lain.

Sekitar pukul 07.00 WIB kami berkumpul di depan basecamp untuk bersiap-siap melakukan pendakian. Dengan arahan dari ketua tim, kami berdoa untuk pendakian kali ini.
Oh iya, saat ini kami ditemani oleh Bang Kampak. Beliau adalah "green ranger" nya para pendaki. Perlu kalian ketahui bahwa Bang Kampak tidak suka berubah...whehehe.. Berkat perantara beliau, kami bisa mendaki gn. Gede ^^

Kami berjalan menuju pos awal pendakian. Tepatnya pos pendaftaran untuk menunjukkan SIMAKSI (surat izin memasuki kawasan konservasi). Pada pos ini diberitahukan himbauan dan larangan selama kita mendaki agar kawasan Gn. Gede tetap terjaga.

Saat kami tiba di pos pendaftaran, ada grup lain yang masih di "briefing" oleh panitia. Kami hanya duduk sambil mendengarkan dan sesekali mengatur nafas. Maklum.. dari basecamp ke pos pendaftaran, kami sudah disuguhi jalan yang terus menanjak. Pemanasan ceritanya hahaha...

Lalu, tibalah giliran kami untuk mendengarkan segala wejangan dari panitia. Kami bersiap untuk berbaris. Namun ternyata kami hanya dipersilakan untuk memulai pendakian. Kami saling menatap heran... >,< whooooo SUGOI! efek Bang Kampak ada di samping kami...wkwkwk

Waktu itu menunjukkan pukul 07.19 WIB. Kami mulai melangkahkan kaki kami di jalur pendakian. Di kiri dan kanan jalur pendakian nampak tanaman sayur seperti daun bawang, labu siam dan kubis (sekitar 1 km pertama dari pos pendaftaran). Setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam, kami mulai memasuki hutan dimana tanaman mulai digantikan oleh pepohonan dan semak.
Udara segar memanjakan kami yang mulai "kewalahan" mengatur nafas. Ah.. ute hanya bersyukur saat itu. Lebih baik nafas tersengal karena tanjakan di jalur pendakian dibandingkan dengan asap knalpot di jalanan Ibu Kota.

Perjalanan untuk menuju Alun-alun Surya Kencana memakan waktu kurang lebih 8 jam. Dengan catatan dalam tim ute ada yang jalannya mirip keong :') (read: me). hahaha gpp lah yaa.. yang penting terus melangkah.. aseek!

Sepanjang jalur pendakian, jarang sekali ditemukan BONUS!! whoooo nanjak terus gan! Sekitar pukul 14.00 kita berada di pos Simpang Maleber. Butuh waktu sekitar 30 menit dari pos tersebut untuk menginjakkan kaki di Alun-alun Surya Kencana. Jalur pendakian mulai landai. Di kiri dan kanan jalur dihiasi dengan pepohonan yang dipenuhi lumut. Hihihi cantik pokoknya.....

Oh iya, sebelum kita sampai di pos Simpang Maleber, ada satu moment yang baru pertama ute lihat dengan jelas. Kabut mulai terlihat naik seolah-olah mengejar para pendaki yang sedang merayap-rayap di jalur pendakian yang terjal. Ute waktu itu bersama Tian dan Kiki. Hanya melongo melihat peristiwa alam tersebut.  Sedangkan para senior segera menginstruksikan kami untuk segera bergegas. Hahaha Lol ketauan kan mana pendaki pro dan newbie.. jadi malu...

Sebagai informasi, peristiwa kabut yang naik ke permukaan bisa menurunkan suhu lingkungan secara drastis. Jadi sangat disarankan untuk segera bergegas menuju tempat yang lebih tinggi. Dan biasanya juga disertai dengan "hujan kabut" yaitu peristiwa turunnya air hujan dari kabut yang naik tadi (hujannya seperti terjatuh dari atas pohon). Jika dirasa tidak terlalu deras, kalian tidak perlu memakai raincoat.

Sekitar pukul 15.00 WIB akhirnya kami sampai di Alun-alun Surya Kencana. Pada waktu itu, orang yang pertama ute temui adalah Econ. Econ ternyata sengaja menunggu kami supaya tidak tersesat mencari tenda yang sudah didirikan oleh Bang Mamat. Whooo.. fyi nih bang Mamat adalah seorang pendaki yang sepatunya sudah dilengkapi dengan pengaturan kecepatan wkwkwkwk.. Bang Mamat sudah berada di Alun-alun dari pukul 13.30 WIB! GOKIL!

"Yuk, jalan lagi. kita menuju tenda"
"Kira-kira berapa lama bang?"
"Yaa.. sekitar 40 menitan lah"

Whooo... jauh juga yaa.. Bagaimana tidak jauh..luas alun-alun surya kencana bisa disandingkan dengan 3 kali luasnya lapangan sepak bola! Terhampar luas dengan bunga edelweiss yang bergerumun dimana-mana. Indah! Subhanallah :')

Kami mendirikan tenda dekat dengan aliran air yang saat itu kering tapi cukup dekat dengan sumber air utama. Nampak di depan tenda, jerigen yang sudah terisi penuh dan nasi hangat di dandang. Hal yang membuktikan bahwa bang Mamat benar-benar telah sampai di tempat ini jauh-jauh sebelum kami datang hahaha......

Tuesday, 25 July 2017

Catatan Perjalanan Pendakian Gunung Gede Pangrango Via Putri (Part 1)

Hallo, apa kabar mina-san?

Ute harap semuanya dalam keadaan baik. Baik yang sedang sehat maupun sedang dalam kondisi sakit tetap baik-baik ya, harus tetap bersyukur ^^

Hmm hari ini, 26 Juli 2017 setelah rehat 2 hari dari kantor akhirnya ute kembali >,< . Bukan tanpa alasan sih ute bolos kerja. Mau tau alasannya apa? ute baru nanjak gn. Gede dari tanggal 21-24 Juli 2017. Whohohooo.. pegelnya minta angpau boss ^^v 

Sebelum pikiran ute dipenuhi dengan hal-hal lain, ute ingin menuliskan catatan perjalanan ke Gunung Gede melalui post kali ini, semoga bisa bermanfaat untuk teman-teman yang sedang blogwalking tentang pendakian ke gunung gede via Putri ya... Silakan disimak!

Hari Jumat, 21 Juli 2017

Hari itu, ute masih berada di kantor. Pikiran sudah melayang-layang membayangkan pendakian yang akan ute lakukan pada hari Sabtu 22 Juli 2017. Sisa pekerjaan yang harus diselesaikan ute habiskan dengan segera dengan harapan bisa izin pulang lebih cepat. 

Surat izin sudah ada di kantong. Ute bergegas meninggalkan kantor untuk menuju kosan untuk menyiapkan segala kebutuhan. Waktu terus berjalan. Jam di hp sudah menunjukkan pukul 15.40 WIB lalu ute segera memesan ojek online menuju stasiun Jakarta Kota. 

Dengan menggunakan moda transportasi KRL ute ke stasiun Pasar Minggu untuk kemudian menuju terminal Kampung Rambutan. Segala persiapan sudah dilakukan dengan secepat mungkin. Namun takdir yang berkata lain #wheleh KRL menuju Bogor tersebut tak kunjung bergerak. Sangat malas! fufufu........ Terhitung sekitar 30 menit ute menunggu akhirnya kereta yang ute tumpangi bergerak meninggalkan rel tempatnya bertengger. 

Tiba di stasiun Pasar Minggu sekitar pukul 17.20 WIB. Jelas sekali ute terlambat. Ute mengingkari janji yang ute tetapkan sendiri. Duh maafkan ute, teman!

Oh iya, ute berangkat bersama teman ute yang bernama Tian. Tian sudah ada di lokasi tepat pukul 17.00 WIB seperti yang disepakati sebelumnya. Tian adalah teman ute yang belum pernah bertemu sebelumnya. Hehehe lucu ya, berbekal saling percaya kita memutuskan untuk mendaki bersama #asikkan hahaha........eh btw kok ute merasa seperti kembali ke zaman yang lalu ya.. macam sahabat pena gitu wkwkwk.. 

Di depan mesjid Nurul Amanah, kita akhirnya bertemu untuk yang pertama kali hahaha.. LoL.... tapi karena sudah pernah melihat fotonya jadi langsung "ngeh" sih kalo itu Tian. Singkat cerita, kita menuju tempat parkir bis Marita. Bis 3/4 yang akan mengantarkan kita menuju Cibodas sekitar pukul 18.30 WIB.

" Aku mau minum antimo dulu ya ute" 
" Heh? minum antimo? "
"Iyaa.. hahaha aku gk tahan kalo naik bis gini"
"serius?"
"Iya, serius."
" -__-"

20 Menit kemudian, hening. Teman ute sudah tidur. Sedangkan ute masih melihat-lihat pemandangan dan orang-orang yang mencari nafkah di sepanjang jalur Ciawi-Puncak. Hebat. Manusia-manusia kuat!

Sebenarnya mata ini sudah lelah namun pikiran masih terlalu sibuk memerintahkan tubuh untuk beristirahat. Namun akhirnya, ute pun terlelap. Di daerah Telaga Warna, ute dibangunkan oleh Tian karena dari telaga tersebut, pertigaan Cibodas sudah dekat. Sekitar 20 menit kemudian, ute sampai di pertigaan Cibodas. tempat mepo (meeting point) dengan teman-teman yang lain. 

Oh iya, pada pendakian kali ini ute bergabung dengan tim Backpacker Bogor (BcB). Jujur saja, tidak ada satupun yang ute kenal.

" Ute bukan? temannya Ismail?" (seorang perempuan yang kelihatannya sudah sangat profesional dalam dunia pendakian----> nanti diketahui namanya Kak Cecil >,<)
"Bukan." (ute menjawab sekenanya. padahal pertanyaan tersebut belum sepenuhnya ute dengar dan pahami. Ute hanya yakin bahwa itu bukan tim pendakian yang ute ikuti)

Tian: "Eh yakin te bukan mereka?"
Ute: Bukan. Itu mah udah pro semua 
Tian: "oooh.."

Lalu.. ute dan tian memulai percakapan kembali tentang segala hal. Sekitar 1 jam kemudian, salah satu dari mereka menghampiri kami lagi

"Ini temannya Ismail, bukan?" tanya bang Yandra
"Iya, " (kali ini ute sedang dalam kondisi sadar penuh)
"Hahaha.. lah kan bener"
"hehehe..." (tersipu malu wakkakakaka)
"huu dasar! makanya orang ngomong, dengerin dulu" serbu Tian
"Iya-iya.. maap maap, efek bus leg. Heu" 

Waw.. tim pendakian yang ute ikuti ternyata sudah pro semua. Hanya Ute, Tian dan Kiki yang masih newbie dalam dunia pendakian. Kami berjumlah 9 orang. Ada bang Mamat, Opik dan bang Luken, bang Yandra, Kiki, Kak Cecil, Eric, Ute dan Tian. 
" Te, temenmu loh gk jadi ikut malam ini" Kak Cecil memberitahukan informasi bahwa mail tidak jadi ikut mendaki karena ada pekerjaan yang harus diselesaikannya.
" Hah? iya kak? wah wah teman macam apa? Awas aja kalo bertemu ute!" 

Malam semakin larut, sebagian dari tim kami memutuskan untuk menuju Basecamp Cibodas untuk memarkirkan motor dan sekaligus mencari sewa angkot untuk mengantarkan kami ke Pos Gn. Putri. Sedangkan ute, tian, bang mamat dan bang luken menunggu di depan Alfamart Cibodas. Sekitar 30 menitan, mereka kembali dengan menggunakan angkot sewaan untuk ke gn. Putri.

Perjalanan dari Cibodas ke Gn. Putri memakan waktu kurang lebih 40 menit dengan medan yang cukup terjal. Akhirnya, sekitar pukul setengah 2 ute dan tim tiba di lokasi Basecamp gn. Putri. Oh iya.. yang ute sebut basecamp sebetulnya adalah rumah warga yang biasanya disewakan untuk menginap para pendaki. Biasanya kami hanya membayar Rp. 10.000 / orang. Jangan membayangkan kamar lengkap dengan tempat tidur dan selimut ya. Para pendaki pasti sudah hafal betul bagaimana gambaran basecamp. Yg belum tahu, ute kasih tau ya.. basecamp biasanya berupa ruangan yang cukup luas. Ada karpet dan barang-barang yang lain (seperti tv, lemari, colokan dll). Tepatnya sih seperti ruangan yang sengaja "dikosongkan" ketika ada pendaki yang menyewa. Masalah makanan jangan khawatir. Biasanya sang pemilik rumah juga berjualan kopi, teh manis atau sekedar nasi dengan telur dadar. hmm yummeeh! ^^ (Be Cont'd)



Monday, 17 July 2017

Daftar Perlengkapan Untuk Pendaki Wanita Pemula

Selamat pagi Mina-San


Tulisan kali ini, ute akan berbagi tentang daftar perlengkapan yang harus dibawa oleh kalian-kalian pendaki wanita pemula. Pada dasarnya perlengkapan pendaki laki-laki dengan pendaki wanita tidak jauh berbeda. Namun, tentu ada perlengkapan pembeda diantara keduanya. Nah, apa saja sih perlengkapan untuk pendaki wanita? 

Daftar Perlengkapan Pendaki Wanita

1. Keril / Carrier / Tas Gunung
Sumber: www.shop.mountainspirit.it


Untuk para pendaki wanita, pemilihan keril atau tas gunung untuk mendaki harus disesuaikan dengan postur tubuh kalian. Untuk pendaki yang mungil-mungil (berat badan <50 kg) kalian bisa memilih keril dengan kapasitas tas antara 30-50 L. Kenapa? supaya dalam perjalanan tetap nyaman. Jika memang banyak peralatan yang harus dibawa, kalian bisa mengaturnya dalam seni menata keril sebelum naik gunung :p atau ngasih kode ke teman cowok kalian hahaha >,< (jangan ya, kasian juga)

2. Jaket
Sumber: www.tnfjacketmalls.com
Jaket merupakan pakaian wajib untuk semua pendaki. Kecuali bagi mereka yang sudah terbiasa dengan cuaca dingin seperti masyarakat yang tinggal di daerah dingin. Namun tetap saja, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, apa salahnya kita sediakan. Lagipula biar hangat juga kan? Nah, jaket yang dipilih untuk mendaki, bukan jaket sembarang jaket ya kawan. Jaket khusus untuk mendaki biasanya sudah dilengkapi dengan fitur waterproof, windbreaker, bahkan Baperproof :') . 
Warna jaket yang dipilih bisa disesuaikan dengan warna favorit kalian. Namun, ute sarankan kalian memilih jaket dengan warna yang terang. Kenapa? Jika kalian tersesat, akan mudah ditemukan. Alih-alih memilih jaket dengan motif loreng hiiiii ntar nyaru sama tumbuhan bahkan harimau...aummm... serem kan yaa..

3. Sepatu Gunung/ Sandal Gunung
Sumber: www.eigershop.com
 Kegiatan utama dalam pendakian berpusat pada kaki kalian gengs. Jadi harus safety banget yaa.. Caranya? pakailah sepatu gunung dengan ukuran yang pas. Jangan terlalu besar atau terlalu kecil. Sepatu gunung berbeda dengan sepatu sport biasa ya kawan. Fitur sepatu gunung biasanya sudah waterproof, ditambah sol sepatu yang dapat "mengikat" tanah. Pilih sepatu gunung yang melebihi mata kaki ya. Pengalaman ute nih, waktu tahun 2013 mendaki gunung Slamet, ute memakai sepatu sport (di bawah mata kaki), hampir saja ute keseleo pas turun. Hmm kebayangkan repotnya kalian ketika organ tumpuan utama kalian untuk melangkah tersakiti :'( . Bukan hanya kalian yang repot loh, teman satu tim juga. Semenjak itu, ute sisihkan uang untuk membeli sepatu gunung agar kejadian-kejadian yang masih bisa dicegah tersebut tidak terjadi.

4. Sleeping Bag + Matras
Sumber: www.yourmomhatesthis.com - SB tikar
Suhu di gunung sangat rendah. Dari pengalaman ute nanjak, bisa mencapai suhu di bawah 10 oC.
Apalagi jika malam hari, biasanya angin berhembus cukup kencang. Wusss... untuk itu, jangan lupakan peralatan satu ini ya gengs. Sleeping bag bermacam-macam bentuknya. Yang paling dasar adalah sleeping bag tikar dan kepompong :') . Versi ute ya, wkwk.. sleeping bag tikar biasanya pada bagian pinggir sleeping bag terdapat resleting yang dapat dibuka, sehingga SB tersebut dapat juga berfungsi sebagai tikar atau alas duduk. Lain halnya dengan SB kepompong yang sudah paten membentuk kepompong. Kalau ute sih memilih SB tikar, supaya tetap bisa dipakai buat selimut kalau di rumah. hehehe......

Matras juga jangan lupa ya.. untuk alas tidur! Permukaan tanah di gunung tidak rata. Ini salah satu alasannya kalian harus membawa matras. Oke?

5. Jas Hujan/ Ponco

Jas hujan merupakan salah satu perlengkapan wajib loh kengkawan! Jangan dipandang sebelah mata ya. Masalahnya adalah kita berkunjung ke alam bebas. Segala hal bisa terjadi diluar dugaan, misalnya hujan. Hohoho mau BMKG bilang cuaca akan cerah pun, kalian harus tetap membawa perlenagkapan ini ya girls.

Sahabat pendaki bisa memilih warna ponco sesuai dengan warna kesukaan kalian. Namun sekali lagi, ute sarankan pilih dengan warna yang cerah. Oke oke? Tahu kenapa? Baca lagi di atas ya :p

Oh iya, ponco ini memiliki bentuk yang beracam-macam. Untuk kalian yang tidak ingin "ribet" ketika memakainya, kalian bisa memilih ponco di bawah ini :
Sumber: www.openair.co.uk
Ponco yang simple memang sangat mudah dalam pemakaiannya. Namun dalam segi perlindungannya kurang maksimal. Kalian bisa memilih jenis ponco yang lain. Ponco jenis ini berupa baju lengkap dengan celananya.
Sumber: www.aliexpress.com
6. Headlamp/ Lampu Kepala + Baterai Cadangan

Perlengkapan headlamp dapat disesuaikan dengan plan pendakian kalian. Jika tim kalian merencanakan pendakian siang hari dan "tektok" atau sekali jalan lalu kembali turun maka perlengkapan satu ini tidak perlu dibawa. Namun jika pendakian dilakukan berhari-hari dan bermalam, ute sarankan untuk membawa headlamp. Kenapa tidak senter? well, selama proses pendakian jika terus memegang senter akan sangat merepotkan. Medan pendakian tak jarang sangat curam yang mengharuskan kalian memegang akar atau batu yang ada dihadapan kalian. Jadi tidak terbayangkan kalau kalian juga harus memegang senter?
Sumber: www.bobwards.com


7. Kaos Kaki dan Sarung Tangan

Cuaca gunung yang relatif selalu dingin, mengharuskan kalian untuk membawa kaos kaki dan sarung tangan. Bawa cadangan juga ya, karena kita tidak akan mengetahui apakah akan turun hujan atau tidak. Bisa saja kaos kaki kita basah atau sarung tangan kita terkena air pada saat memasak misalnya. 
Sumber: soa.sys-con.com
Sumber: www.sportisime.com

8. P3K Pribadi

Nah P3K pribadi ini menyesuaikan dengan riwayat kesehatan yang kalian miliki ya. Misalnya yang punya alergi, bisa membawa obat allergi. Atau yang paling sederhana, yang mudah terkena masuk angin, kalian bisa membawa minyak kayu putih atau minuman anti masuk angin.

Oh iya, jangan lupa membawa pembalut yaa girls.. kita tidak pernah tahu kapan akan datang bulan. Buat jaga-jaga juga. Untuk teman-teman yang biasanya "sumilang" atau sakit pada saat haid, kalian harus antisipasi dengan membawa obat anti nyeri haid ya. Karena aktivitas pendakian harus tetap dilanjutkan tidak bisa menunggu kalian sampai benar-benar pulih. Ute tidak melarang kalian untuk beristirahat loh yaa, tapi tidak lama-lama :)

Dan.. tips ute (berdasarkan pengalaman pribadi), jangan mencuci pembalut di gunung ya! Selain mitos-mitos hal gaib juga secara logika hewan-hewan buas biasanya memiliki indera penciuman yang tajam. Hiy seremkan?!
Jadi cukup kalian lipat kemudian dibungkus dengan plastik berlapis lapis. Kalian simpan di keril bagian paling bawah atau disatukan dengan cucian kotor. Oke-oke......

9. Cemilan

Cemilan selama pendakian bisa kalian baca Sumber Energi Selama Mendaki

10. Peralatan Makan dan Minum
11. Kartu Identitas dan Persyaratan SIMAKSI
12. Uang Secukupnya
13. Buku Catatan dan alat tulis
14. Power Bank

15. Trash Bag dan Keresek

Nah, perlengkapan yang terakhir wajib pake banget untuk kalian bawa!  Bawa turun sampah kalian! Oke oke!
                               "Take nothing but memories
Leave nothing but footprints"

Sementara itu ya, perlengkapan untuk pendaki wanita pemula versi ute. Jika ada yang mau menambahkan silakan :) .. Oh iya.. bolehlah kita nge-trip bareng gitu, yuks yuks?!



Salam Lestari!


Thursday, 6 July 2017

Sumber Energi Selama Mendaki

Hallo semua


Bagaimana kabarnya? Sudah lama ya, ute tidak memposting pattern amigurumi. Hehehe.. galau mulu yang ada ckckck. Ada tidak yang menduga apa hobi ute yang sebenarnya? bukan merajut looh >,< (*itu mah pekerjaan wkwkwk) 
Hmm.. mungkin bagi teman-teman disini ada yang menebak hobi ute membaca buku? ow ow jelas bukan, soalnya bagi ute itu kewajiban #aseek #gayamutee padahal..... atau memasak? juga bukan. Lalu apa yaa? hobi ute sebenarnya adalah mendaki! yeaaay mendaki bagi ute adalah sebuah hobi yang mengajarkan kita untuk tetap menunduk meski sudah mencapai puncak. Kenapa memilih hobi ini? karena jujur saja, dalam diri ute selalu ada rasa berbangga diri, sombong, angkuh, takabur dan penyakit hati lainnya. Astaghfirullahaladzim..
Naah.. ngomong-ngomong soal mendaki, ute mau share pengalaman tentang sumber energi apa aja sih yang ute konsumsi selama mendaki. Check it out!

1. Madu
sumber: pinterest

2. Gula aren

sumber: www.rovinginsight.com


3. Cha cha

sumber: www.metroniaga.co.id





4. Choki-Choki
sumber: Choki-choki



5. Manisan Agar-agar
sumber: resepmanisan.blogspot.com


Nah, kelima cemilan di atas cukup ampuh loh untuk memasok energi yang dibutuhkan selama mendaki. Hahaha jangan tanya nasi padang boleh apa tidak ya.. masalahnya belum ada warung nasi padang di gunung >,<

Kelima cemilan tersebut sangat mudah untuk dikonsumsi selama perjalanan, bisa disimpan disaku tas, baju atau celana kalian. Ute sih biasanya membungkusnya dengan plastik lalu ute taliin di tas.. Tidak terbayang kan jika yang kalian konsumsi adalah nasi padang atau ayam bakar whehehe...sementara dicukupkan sampai disini.. 

Salam Lestari


Monday, 3 July 2017

Tetap Berusaha dan Berdoa

Yakinlah, bahwa untuk menjadi setetes embun saja harus melalui serangkaian usaha yang panjang. Apalagi kita, seorang manusia yang dilengkapi dengan akal dan pikiran tentu perlu berusaha dan berdoa. Agar hidup bukan hanya sekedar hidup tetapi membuat kehidupan sebagai seorang manusia.

Jakarta Utara, 4 Juli 2017


HATI-HATI MODUS PENIPUAN BURUNG BEO !

 Kamis, 5/7/2019, ute kena tipu sama sekomplotan penipu dengan modus BURUNG BEO GAESS ! Perasaannya campur aduk gitu sih ya. Antara gak nya...