Wednesday, 31 May 2017

Mari Bercerita - Payung Teduh


Seperti yang biasa kau lakukan
Di tengah perbincangan kita
Tiba-tiba kau terdiam
Sementara kusibuk menerka
Apa yang ada di pikiranmu

Sesungguhnya berbicara denganmu
Tentang segala hal yang bukan tentang kita
Mungkin tentang ikan paus di laut
Atau mungkin tentang bunga padi di sawah

Sungguh bicara denganmu
Tentang segala hal yang bukan tentang kita
Selalu bisa membuat semua lebih bersahaja
Malam jangan berlalu
Jangan datang dulu terang

Telah lama kutunggu
Ku ingin berdua denganmu
 
Biar pagi datang
Setelah aku memanggil terang

Aih pencuri kau, terang

Malam jangan berlalu
Ingin berdua denganmu
Telah lama ku tunggu

Aih kau pencuri terang

Monday, 29 May 2017

Menuju Senja - Payung Teduh

Harum mawar di taman
Menusuk hingga ke dalam sukma
Dan menjadi tumpuan rindu cinta bersama
Di sore itu menuju senja

Bersama hati yang terluka
Tertusuk luka menganga itu
Di antara senyum dan menapaki jejak kenangan
Di sore yang gelap ditutupi awan
Bersama setangkup bunga cerita yang kian
Merambat di dinding penantian
Ada yang mati saat itu dalam kerinduan tidak terobati

Baru saja kuberanjak beberapa saat sebelum saat itu
Ada yang mati menunggu sore menuju senja
Bersama



またね!

Saturday, 27 May 2017

Di Beranda - Banda Neira



Oh, ibu tenang sudah
Lekas seka air matamu
sembapmu malu dilihat tetangga
Oh ayah mengertilah
Rindu in tak terbelenggu
Laraku setiap teringat peluknya

Hooo Hooo Hooo

*Kini kamarnya teratur rapi
Ribut suaranya tak ada lagi
Tak usah kau cari dia tiap pagi

Dan jika suatu saat
Buah hatiku Buah hatimu
Untuk sementara waktu pergi
Usahlah kau pertanyakan kemana kakinya kan melangkah
Kita berdua tahu, dia pasti
Pulang ke rumah


Lirik lagunya sangat bagus ya? sarat dengan makna. Two thumbs up! ute sukaa >,<

Sebuah lagu dari Banda Neira yang mengingatkan kita pada suatu fakta bahwa sejauh apapun kita pergi maka kita akan kembali :') 

Friday, 26 May 2017

Share Pengalaman Seleksi Substansi LPDP 2017

Selamat hari Jumat ^^
Barakallah..

Ute come back! hehehe... Sedikit banyak ute share ya pengalaman ute kemarin waktu mengikuti seleksi substansi LPDP 2017. Jadwal yang ute dapatkan untuk seleksi substansi yaitu tanggal 23 dan 24 Mei 2017 (Selasa dan Rabu). Tahapan yang harus dilalui pada seleksi substansi ini yaitu:

1. Essay on The Spot
2. Leaderless Group Discussion
3. Verifikasi Dokumen
4. Wawancara

Keempat tahapan tersebut tidak sama pada setiap peserta. Ada yang dijadwalkan untuk melakukan verifikasi dokumen lalu wawancara, essay dan  terakhir LGD, ada juga yang seperti ute yaitu essay, LGD, verifikasi dokumen dan terakhir wawancara. Namun yang pasti, tahap wawancara selalu dilakukan sebelum wawancara karena merupakan penentu untuk masuk ke tahap wawancara. Jika ada dokumen yang tidak sesuai maka tidak bisa mengikuti tahap wawancara. Jadi dokumen yang disubmit pada saat pendaftaran harus benar-benar ada dan harus ASLI. So, berlaku jujur dan hati-hati ya, jangan sampai ada dokumen yang tertinggal pada saat verifikasi dokumen.

Oh iya, ute baru mengetahui bahwa setiap jurusan itu ada passing grade nya. Ute yang akan mengambil bidang perikanan harus bisa melampaui nilai 750. Misal, ute mendapatkan nilai sebagai berikut:

1. Essay : 100
2. LGD  : 100
3. Wawancara : 550

Total nilai : 750

Maka ute akan lolos seleksi substansi. Namun jika nilai yang ute dapatkan:

1. Essay : 125
2. LGD  : 75
3. Wawancara : 500

Total nilai : 700

Maka akan ada dua kemungkinan:
1. Tidak lolos. Karena nilai hasil seleksi tidak mencukupi.
2. Lolos. Karena ada rekomendasi dari interviewers (nah, sebisa mungkin selama interview bisa mengesankan interviewersnya, CMIIW)

Informasi tersebut, ute dapatkan dari pengalaman teman ute yang tidak lolos dalam tahap seleksi substansi lalu dia meminta rincian nilai ke pihak kemenkeu. Ute belum pernah search sih mengenai mekanisme untuk meminta rincian nilai, tapi katanya sih udah banyak yang share kok ^^ (Untuk evaluasi kita).

Kembali ke cerita ute. Hari pertama ute dijadwalkan untuk melakukan essay pada pukul 08.00 dan dilanjutkan dengan LGD pada pukul 08.40. Ute tiba dilokasi sekitar pukul 07.00 *sendirian :(

Ute: Ini lokasi substansi LPDP kak? (ute bertanya basa-basi ke seorang aplikan yang sedang duduk di area tunggu)
Mbaknya: Y (jawaban mbaknya -_-" kalau dalam bahasa verbal kurang lebih seperti itu)
Ute: Melipir -,-

Duh mbaknya padahal cantik loh hehe, tapi ramah sekali wkwkwk. Sudahlah, mungkin mbaknya sedang gelisah jadi tidak bisa basa-basi lagi. Ute memilih duduk disamping mbaknya karena waktu itu meskipun pagi tapi cuaca mulai terasa panas. Alasan ute biar tidak kepanasan duduk disamping mbaknya yang dingin :3 

Kira-kira 15 menit, ute hanya diam. Ingin basa-basi dengan aplikan lain tapi ute takut dicuekin (lagi). Akhirnya ute hanya ongkang-ongkang kaki gak jelas sembari mengamati mbaknya yang sibuk membaca kembali catatan yang telah dibuatnya. 
Perempuan kecil berkacamata: hai.. siapa namanya? saya Eliza 
Kakak yang ada di depan ute: Hai, saya Yoan!
Mengambil kesempatan itu, ute juga ikutan berkenalan ^^

Hufft akhirnya suasana menjadi cair bahkan ute bisa menemukan teman-teman yang satu kelompok LGD dengan ute, ada Mas David, Mas Adam, Mas Tun, Mega, Mbak Dini, Mbak Nura, Mbak Puput, dan Haris. Alhamdulillah saya bisa dipertemukan dengan mereka. Jadi kami bisa lebih solid ketika LGD :)

Sekitar pukul 07.45, kami diminta untuk melakukan presensi dengan menggunakan kartu peserta. Untuk yang barcode nya tidak terbaca oleh scanner, jangan khawatir. Kalian masih bisa melakukan presensi dengan cara manual mengetik nomor peserta. Setelah melakukan presensi, peserta kembali duduk di tempat yang disediakan panitia. Sekitar pukul 08.00, panitia membacakan peserta yang terjadwal untuk melakukan essay jam 08.00 untuk berpindah ke tempat duduk. Setelah itu, panitia kembali memeriksa kehadiran peserta. Setelah semuanya lengkap, kami diarahkan menuju lokasi penulisan essay. 

Dalam satu ruang, terdiri dari dua kelompok LGD (9A dan 9B) atau kurang lebih 20 peserta. Di masing-masing meja terdapat dua lembar kertas yang terdiri dari lembar jawaban dan lembar petunjuk serta pilihan tema (dua tema). Sebelum memulai penulisan essay, kita diminta untuk mengisi identitas diri (nama, nomor peserta, kode soal, jenis beasiswa, lokasi wawancara). Setelah itu, baru diizinkan untuk membuka lembar petunjuk. Kita diharuskan memilih salah satu tema. Waktu itu, ute mendapatkan tema tentang rokok dan kereta peluru. Dan tema yang ute pilih adalah tentang rokok. Waktu yang disediakan hanya 30 menit. Jadi saran ute, kalian bisa membuat kerangka essay terlebih dahulu dengan menggunakan pensil di balik lembar jawaban (nanti dihapus tapi yaa). Jangan terlalu banyak berpikir ya, karena waktu sangat terbatas. Cukup tuliskan point permasalahan lalu berikan solusi! Berbeda dengan ute, yang langsung menulis saja... whehehe (jangan ditiru) ^^v 

Waktu 30 menit tersebut terasa sangat singkat! terasa 5 menit! hahaha.. lalu kami diarahkan kembali untuk melakukan tahap selanjutnya (tanpa jedaaaa hohoho). LGD yupp! Ruangan LGD dipisah menjadi ruang A dan Ruang B. Nah sebelum masuk ke dalam ruangan, kami sudah sepakat untuk memilih moderator sehingga ketika LGD berlangsung, kami sudah bisa langsung memulai LGD. Di dalam ruang LGD, terdapat meja panjang yang dikelilingi sekitar 10 kursi. Di atas meja, terdapat dua kertas. Kertas pertama berisi artikel yang akan menjadi tema LGD dan kertas yang kedua merupakan kertas kosong. Masing-masing peserta sudah ditentukan tempat duduknya. Lalu, name tag yang sudah kita siapkan sebelumnya di simpan di atas meja (name tag nya dilipat jadi bisa berdiri). Waktu yang diberikan untuk melakukan LGD adalah 45 menit. Sebelumnya kita diberi waktu untuk membaca artikel yang sudah disiapkan oleh panitia sekitar 5 menit.

Pelaksanaan LGD sepenuhnya diserahkan kepada tim. Tim penilai (waktu ute sih, hanya ada 1 penilai yaitu Ibu Psikolog, dan yang satunya panitia) duduk di meja terpisah untuk mengamati jalannya diskusi. Moderator yang ada di tim ute, mengatur jalannya diskusi dengan memberikan kesempatan kepada semua peserta untuk berbicara. Karena waktunya masih ada, moderator kemudian membuka sesi diskusi ke 2 (kali ini, kita secara inisiatif untuk berbicara). 5 menit terakhir, panitia menginformasikan. Kemudian moderator mengambil kesimpulan dari diskusi yang telah kita ambil dan disempurnakan oleh notulen yang telah mencatat seluruh hasil diskusi. LGD ditutup dan kami bersalaman dengan panitia serta Ibu Psikolog :)

LGD kelompok ute, selesai sekitar pukul 9.30. Hmm sedangkan jadwal untuk verifikasi dokumen pukul 16.00 hohoho.. jadi ute harus menunggu sekitar 6 jam! :) .. Oh iya, untuk teman-teman yang punya sakit maag, jangan lupa sarapan ya.. hohoho jangan sampai perutnya kosong! >,< 
Selama menunggu tahap berikutnya, ute bersama teman-teman (baru) makan di warung yang ada di depan gerbang (bagian belakang STAN). Ute makan sembari mendengarkan pengalaman kelompok lain. Tema LGD di kelompok teman ute itu tentang Media Sosial " Pria para pemburu like" sedangkan di kelompok ute, cukup UPDATE yaitu tentang tema Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei 2017 yaitu Think Global Act Local di bidang Pendidikan.

Tidak terasa waktu berlalu, setelah melaksanakan sholat dzuhur ute memutuskan untuk kembali ke lokasi tunggu. Karena ada kabar bahwa verifikasi dokumen bisa saja dimajukan tergantung kecepatan verifikator dalam memverifikasi dokumen. Dan benar saja, jadwal yang ute dapatkan maju sekitar 1 jam. Jadi lebih baik stay close to the crew :D

Singkat cerita, hari pertama telah terlewati dengan lancar. Tiba di hari kedua! yap WAWANCARA :)
Jadwal wawancara ute adalah 08.45. Sembari menunggu nama ute dipanggil, ute hanya ongkang-ongkang kaki saja karena cemas. Lalu tibalah saatnya nama ute dipanggil.

Panitia: Dewi Ulfa Trisdiani, silakan masuk ke meja 1 
Ute: ya? saya? masuk?
Panitia: Iya, masuk sekarang
Ute: -,- oh masuk? (sontak, teman-teman yang lain menertawakan ute yang masih belum percaya bahwa sudah waktunya ute wawancara) >,< duh malukan jadinya..

Sebagai informasi, tempat wawancara berada di ruangan yang luas. Terdiri dari 14 meja wawancara. Yanga artinya dalam satu waktu terdapat 14 orang yang diwawancara. Satu peserta diwawancara oleh tiga penilai. Penilai yang mewawancarai ute waktu itu adalah Pak Ahmad, Bu Vivi dan Pak Nyoman. Hmm mendapatkan tim pewawancara yang memiliki aura malaikat itu termasuk rezeki loh. Dan ute mendapatkan itu :) . Tapi entah ute yang tidak terlalu peka atau memang interviewers di meja ute baik? wkwkwk intinya ute nyaman duduk dan berbicara dengan mereka, mengalir begitu saja dan malah dinasehatin segala macem.. hihi semacam konsultasi jadinya.. 

Oh iya, selama proses wawancara, tim penilai meminta izin untuk merekam pembicaraan. Hohoho jadi nanti bisa diputar ulang rekaman tersebut. Tidak bisa macam-macam yaa >,<
Pertama kali, ute diminta untuk perkenalan diri. Dan tau tidak? awal menyebutkan nama saja ute NANGIS! hahaha LoL.. entah kenapa menangis padahal mereka tidak memojokkan ute.. wkwkwk ute ute.. Alhasil selama proses wawancara berlangsung, Pak Ahmad selalu meledek ute dengan pura-pura menyeka air mata seolah-olah dia menangis. 

Selama wawancara, jujur saja ute sangat menikmati prosesnya, dari nangis, ketawa, nangis lagi ketawa lagi. Heuheu.. Pertanyaan yang paling ute ingat adalah pertanyaan dari Pak Nyoman, begini kira-kira:

Pak Nyoman : Jika kamu menjadi seorang ketua, lalu salah satu anggota kamu tidak menerima hasil yang sudah diputuskan dalam rapat. Anggota tersebut laki-laki. Tiba-tiba sewaktu kamu pulang, kamu dihadang oleh dia dan diancam. Apa yang akan kamu lakukan?
Ute: hmm.. Diajak duduk bersama dan bicara dari hati ke hati pak

Pak Nyoman, Pak Ahmad dan Bu Vivi tertawa serentak mendengar jawaban ute. Ute hanya cengengesan melihat reaksi mereka. hohoho lalu ute harus bagaimana? Lalu pertanyaan dari Bu Vivi (Psikolog)

Bu Vivi : Ute, pelajaran apa yang dapat kamu ambil dari serangkaian kisah hidup yang kamu lalui?
Ute : Mulai mengharu biru, bergetar suara ute *hahaha padahal biasa aja coba -,-
Ute menjawab bahwa ute menjadi lebih tahan dengan ucapan-ucapan negatif terhadap ute, mandiri dan ute lebih bersyukur.
Bu Vivi: Yap, benar. Bersyukur itulah yang paling penting (Bu Vivi ini, berbicara dengan sangat lembut, begitu menenangkan namun sangat memotivasi *kapan ute bisa seperti ibu Vivi? hahaha mulai halu yaa

Sedangkan pertanyaan dari Pak Ahmad:

Pak Ahmad: Ute, kenapa nilai matematika kamu C?
Ute: Deg, hmm soalnya.... 137fhsgw5sgoii9w6%^% (intinya nyari-nyari alasan)
namun pada akhirnya mengaku bahwasannya ute memang tidak bisa matematika wkwkwk.
Ute membela diri : Tapi pak, saya suka kalkulus dan statistik kok. 
Pak Ahmad: Loh, kan Matematika jg sama saja, kenapa kamu tidak suka?
Ute: hmm soalnya, terapan matematika tidak terjangkau oleh pikiran saya pak. Jika X= R2 saya harus ngapain pak?
Pak Nyoman: Loh, gini loh, Matematika itu untuk membentuk pola pikir kamu. Biar bisa berpikir LOGIS. Oke?
Ute: Oooo, oke pak SIAP! 

Pertanyaan soal tesis, kontribusi setelah S2, jodoh juga ditanyakan hahaha..Tidak terasa, wawancara sudah hampir menuju ending. Pada dasarnya, ketika tim penilai sudah bisa menangkap visi misi dan kepribadian kita maka wawancara akan diakhiri. Oh iya, ute mendapat 3 wejangan nih dari mereka:

Bu Vivi : Kamu harus berani mengambil sikap. Oke!
Pak Nyoman : Kamu harus menjadi KETUA, Oke!
Pak Ahmad: Kamu harus jadi Penulis, Oke! 

Ute: SIAP!

Wawancara selesai, diakhiri dengan salam kepada tim penilai lalu beranjak dari ruang tersebut. Alhamdulillah.. tahap demi tahap dalam proses seleksi LPDP telah ute lalui. Dengan perasaan haru dan seperti mimpi, bahwa kini ute semakin dekat dengan mimpi itu. 

Maka melangkahlah......karena kamu akan selangkah lebih dekat dengan mimpimu ! yeay がんばってください!




Thursday, 25 May 2017

Life Without Drama Is Nothing :') - LPDP 2017

Selamat siang menjelang sayang *eaaa

Mau membaca drama yang terjadi dalam hidup ute hari ini (*lampau)? heuheu so much dramaa ... 0,0
Jadi, ceritanya ute dijadwalkan untuk mengikuti seleksi substansi pada hari Selasa dan Rabu (23 & 24 Mei 2017). Nah untuk bagian verifikasi dokumen, ute kebagian hari Selasa pukul 16.00 waktu setempat. Singkat cerita, ketika ute menyiapkan dokumen untuk keperluan seleksi substansi, IJAZAH UTE MENGHILANG! wuoooo panik doong! Dalam keterangan, harus membawa dokumen yang asli. Lalu bagaimana?

1. Geledah kamar. Ute semaleman menggeledah kamar, bongkar-bongkar dokumen, sampai angkat kasur Ijazah tetap tidak ditemukan. Padahal nih ya, kemarin-kemarin, itu ijazah ada menemani ute. Kenapa disaat-saat aku membutuhkannya, dia menghilang :'( #baper
2. Geledah kantor.Ute hari ini berangkat sepagi-paginya, supaya bisa menggeledah kantor. Bongkar-bongkar dokumen, dari meja satu ke meja yang lainnya. Akhirnya ijazah tetap tidak ada. Pikiran udah kemana-mana, kerjaan kacau balau #dramatisir
3. Kirim email ke CSO. Setelah menggeledah kantor yang hasilnya nihil, akhirnya ute memutuskan untuk menanyakan ke CSO LPDP. Ute menjelaskan bahwa ijazah ute kemungkinan tertinggal di kampung halaman, lalu ute menanyakan apakah bisa diwakilkan dengan ijazah yang sudah dilegalisir atau tetap harus ada surat kehilangan dari kepolisian. Daaan jawabannya adalah 

Kepada Sdr. Dewi Ulfa Trisdiani
Selamat Pagi,

Terima kasih sudah menghubungi LPDP.
Terkait dengan email Anda, kami informasikan bahwa Anda wajib membawa dokumen asli dari berkas yang Anda unggah pada saat pendaftaran online. Apabila saat ini Anda tidak dapat membawa dokumen aslinya, silakan membawa dokumen legalisir dan menjelaskan hal tersebut kepada tim verifikator, namun mengenai diterima atau tidaknya dokumen tersebut  akan menjadi pertimbangan dan keputusan tim verifikator kembali.

Apabila masih ada yang ingin dipertanyakan silahkan hubungi Kami kembali melalui email atau telepon yang tertera pada email ini.
Atas perhatian dan kerja sama yang baik Kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,
Customer Service Officer (DG)
Lembaga Pengelola Dana Pendidikan
Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan RI
Gedung Ali Wardhana, Lantai 2, Kementerian keuangan
Jalan Lapangan Banteng Timur no. 1 Jakarta 10710
Call Center 1500 652
Faks : (021) 3808392


Nah loh, apa nggak makin kepikiran dengan jawaban seperti ini :'( 

4. Berlabuh di Polsek. Setelah ute pikirkan dengan baik-baik, ute akhirnya memutuskan untuk ke POLSEK di daerah kecamatan. Izin keluar kantor pukul 11.00 dengan janji akan kembali pukul 13.00. Ute hanya membawa dompet dan hp yang keadaannya sudah sekarat (baterai sekitar 25%). Lalu ketika menghadap pak polisi, beliau menanyakan keperluan ute. Ute jawab, ute kehilangan Ijazah. Dan Pak Polisi meminta bukti bahwa ute memiliki ijazah yang ute maksud. Copy ijazah tidak ada. Lalu ute ingat bahwa ute pernah mengirimkan file untuk melamar pekerjaan. Tidak tinggal diam, ute langsung membuka email yang dimaksud, namun sinyal di tempat tersebut tidak mendukung. Ute berpacu dengan waktu karena hampir bersinggungan dengan waktu istirahat. Ternyata pas di check, file ijazah ute besaar sekali 18 MB!! Proses downloading gk ada progress, baterai lemah dan kuota internet terbatas. Heuheu lengkap sudah.
Namun, dibalik kepepet time selalu ada ide CEMERLANG! Hahaha.. akhirnaya, ute menghubungi rekan kerja ute dikantor, dan memintanya untuk membuka akun lpdp dan membuka serta memfoto ijazah ute. Dengan begitu, ute bisa mendownload foto ijazah melalui WA yang notabene file size nya jauh lebih kecil. Singkat cerita, ute bisa menunjukkan ijazah tersebut ke pak polisi (untuk mencatat nomor ijazah). Tidak sampai 5 menit, surat kehilangan ijazah sudah didapat. Alhamdulillah..

Drama dalam perjuangan mendapatkan beasiswa LPDP ini belum berakhir.. nanti akan ute sambung dengan cerita ute selama mengikuti seleksi substansi ^^v . Oh iya, minta doanya yaa.. semoga ute mendapatkan keputusan yang terbaik, baik lolos maupun tidak..

またね!

Saturday, 20 May 2017

Bhakti Apa?










Apa bisa disebut bhakti hanya dengan air mata?
Bayi baru lahirpun bisa.

Apa bisa disebut cinta bila hanya berdiam merana?
Batu dipinggir kali pun bisa.

Wahai Sang Maha Cinta, pertahankanlah cinta kami pada bangsa
Jauhkanlah kami dari para penista
Biarkan negeri ini damai seperti biasa

-Jakarta, 20 Mei 2017-








Friday, 19 May 2017

Puisi untuk Negeri - Hari Kebangkitan Nasional





Ternyata hidup adalah sandiwara semesta.
Topeng tua yang pandai merangkai kata.
Wajah-wajah yang mengaku punya cinta.
Namun hanya kenal harta tahta.
Pidatomu layak Sang Pencipta.
Tujuanmu tebar pesona pada setiap wanita.
Bodoh waktuku tersita.
Kami makan bukan dari kau berkata-kata.
Nyatanya bukannya kami sejahtera, kau todong kami dengan senjata.
Di gedung besar itu kau tertawa bermain bersama wanita-wanita.
Kami di pinggiran sana meringkuk di dingin tanah yang rata.
Dengan kepala beralaskan bata.
Ini yang kau maksud "Rakyat Sama Rata"?

-20 Mei 2016-
(Poetry by Oyon)




Thursday, 18 May 2017

Jadwal Seleksi Substansi LPDP 2017

おげんきですかみんなさん?

Jadwal seleksi substansi LPDP 2017 yang terdiri dari verifikasi dokumen, wawancara, LGD dan essay on the spot semakin mendekat. Duh makin terasa deg-degannya -,-". Lokasi wawancara yang ute pilih di Jakarta, tepatnya di Politeknik Keuangan Negara STAN. Jadwal yang ute dapatkan ini

Kelompok LGD yang ute dapatkan kelompok 9A (tanggal 23 Mei 2017). Andai saja, ada teman-teman yang mengunjungi blog ute yang sekelompok.. betapa beruntungnya hehehe. Semoga kita bisa melalui ini dengan baik dan lancar ya. Selamat bertemu di hari H ya untuk teman-teman yang mendapatkan jadwal 23 dan 24 Mei 2017 (lokasi Jakarta). 

またね!

Serupa








Serupa rindu namun tak menggebu
Serupa cinta namun tak berkata

Lalu?
Biarlah hujan yang menjadi perantara




Negasi Logika











Ibarat negasi dari sebuah logika matematika. 

Ketika kubagi lima
Maka yang kudapatkan tak terhingga

ke-lu-ar-ga


























HATI-HATI MODUS PENIPUAN BURUNG BEO !

 Kamis, 5/7/2019, ute kena tipu sama sekomplotan penipu dengan modus BURUNG BEO GAESS ! Perasaannya campur aduk gitu sih ya. Antara gak nya...